Halaman

Jumat, 01 November 2013

Freaky


Webcamean bareng Fadhil,Azwin,Dhimas sama Endah ({}) mungkin lain kali kita bakal Harlem Shake an :p hahaha 
Enjoy watch yaah ..

Minggu, 27 Oktober 2013

INI CERPENKU

lagi pengen iseng2 bikin cerpen.. pengen nulis hahahaha cerpenya jelek banget tapi :) baca deh.. enjoy jaaa :3


BODOH
 “Nitaa! Dari mana kamu? ini jam 1,kenapa baru pulang? ” bentak Papa dengan tegas
                “dari mainlah, masalah ya? Jawab Nita dengan acuh, lalu pergi menuju kamarnya,
                “Nita,tunggu! Papa belum selesai bicara, kamu ini tidak sopan sekali dengan Papa, kamu ini mau jadi anak brandal? Mau jadi anak nakal? Mau jadi anak yang tidak punya bakti dengan orangtua?”
                “Halah..apa peduli papa? Apa Papa pernah tau perasaanku? Enggak!”
“Dyaaaar…” Nita menutup pintu dengan keras.
                “kriinggg..kriiing” bunyi alarm jam biasa Nita bangun untuk sekolah, pagi ini sekolah Nita libur, sepertinya dia bergembira sekali pagi ini seakan-akan ia lupa akan masalah dengan Papanya tadi malam, ternyata hari ini ia akan jalan jalan dengan Rio pacar barunya.
                Sifat Nita berubah buruk semenjak denganya.Papa  juga sering melarangnya untuk berhubungan dengan Rio karena banyak yang bilang kalo Rio, pacar barunya nita itu brengsek, namun tak dihiraukanya.
                “teet..teett..teett” bel rumah berbunyi. Tampaknya Rio sudah menunggu diluar, tidak lama kemudian Nita membuka pintu “ayoo cepat!” Nita,menggandeng tangan Rio dengan tergesa-gesa karena takut papanya tau kalo ia akan pergi dengan Rio.
Mereka  menghabiskan waktu seharian untuk pergi jalan jalan, dan terakhir mereka makan di sebuah restoran kecil di pinggir jalan. Terlihat Rio sedang mencari cari dompetnya dengan wajah ektingnya yang sok panik.
“yaah..Nit dompetku ketinggalan dirumah nih”.
 “huuh.. aku lagi nih yang bayar?”
“Iyalah! Dompetku itu ketinggal jadi untuk hari ini aku gak bisa bayarin”.
“uangku abis! Setiap kali kita makan selalu saja aku yang bayar, kamu ini bisanya apa? Gak modal banget sih!”
Nita mulai sadar bahwa ia selalu dibodohi dan diporotinya dengan alasan alasan yang tidak jelas. Nita memutuskan untuk mengakhiri hubunganya dengan Rio karena ia merasa sangat dirugikan. Ia pun segera minta maaf kepada Papanya dan teman temanya karena ia tidak pernah mendengarkan nasihat oranglain.
Sehari setelah mereka putus, Nita melihat Rio sudah menggandeng cewek baru dengan mesra.
 “dasar cowok gak modal!!!!” 

Senin, 21 Oktober 2013

INI CERPEN


nih cerpen karyaku.. enjoy :) 
Si Penjual Iwak Kali
Bukankah kehidupan ini membutuhkan kesabaran dan ketabahan? Manusia memang diciptakan untuk berusaha, tabah dan selalu tegar menghadapi semua liku kehidupan ini. Mbah mitro putri. Yah, dialah sesosok wanita tua yang membuatku belajar mengerti arti kehidupan ini. Keringat membanjiri tubuhnya yang lesu dan layu seorang wanita tua paru baya memakai baju berwarna coklat dan setiap kali ia nampakan diri hanya itu saja baju yang ia kenakan, wanita tua berambut putih kusut, berparas sayu dengan kriputan kriputan tegas di wajahnya mengayuh sepeda  janki  tua yang hampir  tak layak pakai untuk menawarkan beberapa iwak kali kepada tetangga-tetangganya.
 Tidak jarang ia mendapatkan imbalan yang tidak sebanding dengan usaha mencari ikan di kali, yang harus rela basah-basahan dengan melawan arus deras sebuah kali. Itu saja belum tentang masalah kekuatan tulangnya yang sudah mulai menua, tidak jarang kakinya berdarah karena terkena bebatuan kali. Padahal, tetangganya adalah seorang pemburu buaya yang juga mencari anak-anak buaya di kali tersebut. Namun, sesosok itu tidak pernah merasa takut ia tetap saja mencari ikan di kali dengan jaring kecil yang selalu ia bawa. Di benaknya hanyalah mencari ikan untuk hidupnya dan menjajakanya dengan cara berkeliling menggunakan janki reyotnya yang berharga itu.
Mbah Marto memang terkenal sebagai seorang yang tidak pernah mengeluh pada ilahi mengenai kehidupan ini. Menurutnya hidup itu ibarat roda berputar ia meyakini bahwa hidupnya tidak akan selalu seperti ini terus, denga berdoa dan selalu berusaha maka suatu saat manusia akan mendapatkan kebahagiaan dan kemuliaan yang abadi di dunia ini.

“ Iwak kali.. iwak kali buu..  bunee..”. Triakan  wanita tua menawarkan daganganya.

Tak ada seorangpun yang mencoba menawar daganganya itu. Hingga siang hari, ketika aku sedang menonton tv di ruang tamu.

“Took..took..”
“Kulo nuwun buu..”.  suara  wanita  mengetuk pintu rumah dengan sangat pelan.
“Enggeh.. sekedap bu” . Ujarku sambil berjalan membuka pintu.
“Dek, ibuknya ada?”. tanyanya
“Oh wonten buk, sebentar”. Jawabku lalu masuk memanggilkan ibu.
“Pripun mbokdhe?”. Tanya ibuku
“Niki buu iwak kali, murah..” wanita tua itu menawarkan dagangan kepada  ibu saya.
“Pintenan?  Niki iwak nopo?”. Ujar  ibu.
“Ngeh, niki wader enak bu garing.. seplastik 3 ribu  kemawon” jawab wanita paru baya itu.
“Ngeh niku kulo tumbas kabeh mawon bu” ujar ibu dan mengeluarkan uang.
“Aduh bu, boten gadah kembalian e, sesok mawon artha ne mboten nopo2” ujar wanita itu.
“Ngeh mbokde, sesok kulo tak mriko” jawab ibu
“Nuwun.. sampun” ujar  wanita tua itu dan pamit pulang.

Senja maulai menampak, wanita tua itu pulang dengan hati lega karena daganganya sudah habis dibeli, walaupun ia tak membawa uang hasil penjualan hari itu.
Hari itu, saat jam dinding menunjuk pukul 6:00 am. Suara pak Pon dengan toa masjid sebrang jalan yang lumayan dekat dengan rumahku terdengar sangat lantang.
Innalilahi wainaillahi roji’un.. innalillahi wainalillahi roji’un.. innalilahi wainalillahi roji’un.. sudah berpulang ke rahmat Allah SWT  Bapak Mitro pada pukul 12:00 am.
Sebut saja, mbah Mitro. Ia adalah suami penjual iwak peyek itu yang sudah mengidap sakit jantung kronis yang sangat lama. Alasan itulah yang membuat wanita tua penjual iwak kali ini bekerja banting tulang demi dapat mengobati penyakit suami tercintanya itu yang kini sudah tiada. Wajah kriput yang tak berdaya dengan helaian nafas yang hampir terputus-putus itu mengatakan keikhlasanya pada Allah yang sudah mengambil kembali sesosok pendamping hidupnya selama berpuluh-puluh tahun itu. Eluh tangis membanjiri pipinya, mulutnya terus berdzikir menyebut kebesaran Sang Maha Pencipta. Ibuku terlihat memeluk erat tubuhnya dan berbisik sesuatu di telinganya.

“Sabar.. ikhlaskan..” Ibuku berbisik.
“Enggeh bu, maturnuwun.. Ya Allah Gusti Pangeran.. Astagfirullah.. Astagfirullah”, berkata wanita tua itu dengan mengelus dadanya.

Waktu semakin berjalan, rumahnya yang sederhana itu dipenuhi pelayat untuk mendoakan dan mengantarkan suaminya ketempat peristirahatan terakhir. Wanita tu itu hanya duduk dengan pandangan kosong. Tampak seorang wanita seumuran dengan ibuku sedang memeluknya dengan erat dan menciumi pipinya dengan peluh tangis.

“Ya Allah bu, maafkan anakmu ini yang tidak mengetahui keaadan bapak selama ini”. Anaknya memohon ampun.
“Uwis nduk, sing uwis yo uwis.. bapak sudah tenang disana.” Ujar wanita itu tegar.
“Bapakk.. mohon maaf bapak..” Anaknya mencium kening mbah Mitro.

 Ternyata wanita itu ialah anaknya yang bekerja menjadi tkw di Malaysia yang hendak pulang karena rindu dengan ayahnya. Namun, takdir berkata lain ketika ia pulang ke Indonesia ayahnya sudah dipanggil Allah.
Matahari tellihat berada tepat diatas kepala, pak ustad telah melantunkan doa penghantar mbah mitro ke pemakaman, dengan hati yang ikhlas dan tabah si wanita penjual iwak kali itu mencium kening mbah mitro untuk terakhir kali. Ia berjalan di belakang keranda bersama anaknya. Suasa haru duka menyelimuti perjalanannya menghantar suami tercinta menghadap Sang Illahi.
Pagi itu, Aku tak melihat wanita si penjual iwak kali itu menawarkan daganganya di daerah rumahku. Ketika aku berbelanja sayur di warung samping rumahnya, aku tak melihat ada seorangpun yang berada dirumah itu. Rumahnya nampak seperti rumah tanpa penghuni yang menakutkan. Entah kemana wanita itu pergi.

“Bu, itu rumah mbah mitro kok sepi banget, pada pergi ya?” Tanyaku penasaran kepada ibu warung.
“Saya ndaktau nduk, tapi kemarin saya lihat mbah mitro putri sama anaknya itu membawa tas, mereka dijemput mobil hitam. Gatau itu mau kemana, tanpa pamit tetangga juga kok” Jawab ibu warung
“Oalah, makasih bu informasinya, ini saya sudah sayurnya bu, jadi berapa semuanya?” ujarku kepada ibu warung.
“Sama-sama nduk, 10ribu.” Jawab ibu warung.
“Mari Bu, duluan yaa”. Aku kepada para pembeli di warung itu.

Hari berganti hari, saat aku pulang sekolah aku melihat rumahnya sudah berpenghuni kembali. Aku pikir mbah mitro putri sudah pulang, aku hendak membeli iwak kalinya. Namun, saat aku mengetuk pintunya seorang asing keluar.

“Ya, mau cari siapa Mbak?” Ujar seseorang itu.
“Maaf, Mbah Mitronya ada?” Ujarku.
“Mbah Mitro pemilik rumah ini yang dulu ya mbak?” jawabnya.
“Maksudnya?” Heranku.
“Jadi beginilho mbak, rumah ini sudah dijual kepada saya. Dan kata mbah Mitro itu uangnya akan digunakan untuk pergi ke Malaysia dengan anaknya menjadi tkw disana.” Jawab seseorang itu dengan lengkap.
“O begitu to? Trimakasih pak, maaf sudah mengganggu” ujarku berpamitan.
“Sama-sama, tidak masalah mbak.” Jawab pemilik rumah itu.
“Jadi, penjual iwak kali itu sekarang tidak ada lagi di kampungku. Tidak ada lagi penjual setegar dan sehebat dia. Semoga dia bahagia dan sukses di Malaysia bersama anaknya”.

Batinku berbisik bersama angin yang berhembus seiring aku berjalan menuju rumah.

Selasa, 01 Oktober 2013

Do You Want Diet?

Kalian takut gendut? Takut tidak terlihat menarik? banyak wanita memecahkan masalah itu dengan Diet. padahal jika kalian sadari, diet itu bisa memperburuk badan kita. Tidak percaya? misalnya, kalian memiliki berat badan 50kg  kalian melakukan diet, itupun hanya berjalan selama 3 hari atau seminggu lalu kalian merasa bosan.. bahayanya kalian akan makan banyak 2kali lebih banyak daripada dulu sebelum diet, akibatnya badan kalian tambah gendut bisa naik 2kg . hal ini pernah ane rasain =))) syok lagi kalo kalian baca artikel ini... ane ambil dari 
http://www.vemale.com/kesehatan/19625-valeria-levitin-kisah-anoreksia-paling-mengenaskan-di-dunia.html

 enjoy.. 


Vemale.com - Sebuah pelajaran bagi wanita yang memiliki obsesi berlebihan tentang tubuh langsing. Valeria Levitin merasa cukup dirinya saja yang mengalami dampak buruk anoreksia. Sebuah diet ekstrim membuat Valeria yang berusia 39 tahun menjadi kurus kering. Tubuhnya hanya tinggal kulit pembalut tulang. Bahkan wajahnya nampak jauh lebih tua dari usianya, 39 tahun.
Valeria Levitin, seorang wanita asal Rusia yang tinggal di Monako. Ia memiliki tinggi 172 cm dengan bobot yang mengerikan, hanya 26 kg. Valeria mengisahkan bahwa dahulu sang Ibu memiliki ketakutan bahwa Valeria akan tumbuh gemuk seperti sanak keluarga mereka yang lain. Bahkan ketika Valeria masih anak-anak, ibunya telah menerapkan diet ketat.
Valeria muda memang memiliki tubuh yang berisi, bahkan sempat mengikuti kontes kecantikan, sebenarnya bentuk tubuh tersebut tidak terlalu buruk untuk dipelihara. Hanya saja sang ibu yang sangat perfeksionis berusaha mengontrol makanan yang dikonsumsi Valeria. Karena tubuhnya terlalu lama mendapatkan treatment diet yang ekstrim, tubuh Valeria kini tak bisa menerima gula dan karbohidrat yang masuk. Meskipun ia sangat ingin makan makanan tersebut, tak jarang tubuhnya tak bisa menerima.

Perilaku anoreksia ini juga ditunjang oleh pengalaman masa remajanya, di mana seorang teman mengejek kondisi fisiknya. Valeria makin ingin menurunkan berat badan lebih banyak lagi. Kondisi Valeria berubah drastis setelah mengalami anoreksia sekitar 20 tahun lebih. Tubuhnya kini nampak ringkih, tua dan mengenaskan. Jauh berbeda dari beberapa tahun lalu saat ia masih muda, berisi dan cantik.


Foto seteleah Valeria terkena anoreksia..

 melihat semua cerita itu, MASIHKAH KALIAN INGIN DIET? 

Kesehatan itu mahal harganya, Tuhan telah menciptakan kita dengan sebaik baiknya bentuk.. jadi, syukuri itu :) tidak semua wanita yang memiliki tubuh langsing itu cantik. Bukankan GENDUT itu UNYU? so, jadilah wanita apa adanya :) 
Pikirkan baik-baik jika kalian ingin memiliki tubuh langsing secara instant..

Rabu, 11 September 2013

My BF

Kamu punya sahabat? ane sih punya. Mereka itu udah lebih dari sekedar teman, gak cuma sahabat. lebih berharga dari pacar. ah.. ane sayang~ disini ane mau ngepost muka muka kemimut mereka dan kalian harus tau, gimana beruntungnya ane punya mereka.. 

ALLENIA KIMALAKSMY 
#16yo #SMAN11YK #Modern Dancer #Fanatikjustinbieber #Single #cantik #Ter-mancung #Ter-Slim #Ter-Tinggi #Ter-body model -__- #nyebelin #penyayang #Care #Alay #hobi yadong #Tapi aku sayang :3

NAVINTIA FARADINA



#16yo #SMAN11YK #osis #Jago bahasa bule._. #Single #Mariomaurerfans #Cantik #pernah punya pacar orang korea julukanya 'PIG' #Pendek #mancung #Boncel #Gendut #Manja #Fobia kendaraan bermotor =)) makanya dia gakbisa naik motor :p #Kemimut #Alay juga #tapi aku sayang :3











BIMO SATRIA BAGASKARA


#16yo #SMAN7YK #Basketballplayer #Hoby galau, Showeran, Ujan ujan #Single #suka bikin puisi #Ganteng #Baik #Judes #Cuek #mancung #Sok cool #Pendiem tapi sekalinya cerewet, crewet banget #Sensitif #Galak #hoam #tapi aku sayang :3 








S. VINA ANGGRAINI
#17 yo #SMK5YK #Animation #Taken #Kemayu #Cantik #mancung #Semok #Ngerti aku banget #Keibuan #Cuek #ketus #Jutek #Tapi aku sayang :3














D. REMA BINTANG P.P
#16yo #MUH2YK #osis #Taken #Crewet #Baikhati #item #gateng(?) #mancung dikit #Nyebelin #ngangenin #Royal sih kadang2 #Aku pernah dikasih boneka shaun yang sampek sekarang belum penah tak laundry #Kecuers #tapi aku sayang :3 
itu semua best of best!! 
Dan,... ini ane sendiri 

DEVI TRI ANDINA 
#16yo #Cheers 




Jumat, 23 Agustus 2013

Cerita pendek

Hay.. ane cm mau ngepost cerpen ane yang kena revisi 3 bulan gak kelar kelar nih, jujur aja ane gakpernah bisa bikin cerita tentang pengalaman ane sendiri, males, ribet. Yah tapi syukurlah dengan usaha keras ane, ane bisa nyelesaiin tugas cerpen dari guru bahasa indonesia ane inih, mungkin guru  ane uda bosen liat cerpen jelek beginih jadi ya langsung deh di kasi tulisan TUNTAS  haha mm tapi ceritanya emang banyak yang ane rubah yang ane rada lebe lebein gitu.. biar ada cetarnya dikit kayak sinetron haha nih.. baca ye hayati yee



Sudah sejak lama aku dan temanku merencanakan touring bersama. Hal yang muncul di benakku adalah aku akan bertemu sahabat-sahabatku tercinta terutama Bimo. Bimo, didalam otakku adalah sesosok manusia ciptaan tuhan yang paling bisa mengerti aku, yang mampu meluangkan semua waktunya hanya bersamaku saat aku kesusahan,senang ataupun kebingungan. Saat aku menangis dia selalu ada untukku.Dia tetap sabar dengan tingkahku yang masih keanak-anakan, bawel dan selalu membrontak apapun yang tidak aku sukai.Lelaki yang hobi basket yang tinggi dan suka memanggilku si pesek itulah best friendku.Namun, hari itu.Hari dimana itu adalah hari ulangtahunku dan harapan besarpun aku menunggu kedatangan Bimo di pesta ulangtahunku.Aku selalu berfikir positif. Ah mungkin dia kena macet, dalam batinku. Waktu semakin berjalan, lilin kue ulangtahunpun semakin meleleh hingga memendek.Malam itu benar-benar aku merasa kecewa dan sedih mengapa sahabatku sendiri tidak datang dihari ulangtahunku.Egoku pun berbisik.Bimo bukan sahabatku aku benci dia.
“Libur telah tiba..libur telah tiba.. hatiku gembira hore..horee..!!!” Seruanku dan teman-teman saat pulang bersama.
Liburan kali ini aku dan teman-teman akan Touring  ke Gunung Kidul sejak. Hari itupun tiba.
Peep..peep.peep..
Seseorang dengan rambut cepak, kulit hitam berparas lembut dan berbadan tegap menggunakan motor bebek kesayanganya telah tiba di depan rumahku.
“Deviiiiiii…. ayo cepat nanti kesiangan” Ajak Andre  dengan suara seraknya saat ia telah tiba dirumahku yang kebetulan jarak rumahnya dengan rumahku tidak terlalu jauh.
“ Iya ndree sebentar lagi “.Jawabku lari dalam kamar.

Andre, dia sosok teman yang baik dan pengertian tidak pandang bulu siapapun orang yang mau berteman denganya.kalau ditanya hobi, Andre paling suka touring dan berpetualangan ke tempat-tempat yang dia belum pernah mendatanginya. Saat liburan seperti ini, memang serunya mengajak Andre yang sudah banyak tau tempat-tempat yang indah untuk touringku hari ini
Aku dan Andre adalah kawan satu sekolah saat di SMP.Meski saat ini kami tidak satu sekolah di SMA, namun kami tetap bertemu di saat-saat kita saling merindukan.Saat itu kami akan berkumpul di sekolah lama kami. Kurang lebih 30menit kami sampai di SMPN 10 Yogyakarta dan bertemu dengan teman teman lama kami.
“Hay Devi..hay Andre.. yaampun kangen sekali rasanya berlibur bersama kalian” Ujar Wati saat kami turun dari motor.
Dari kejauhan aku melihat 6 orang berjalan bersama bagaikan gangster besar penguasa sekolah ini membawa beberapa kantong plastik dan botol air mineral.Sepertinya aku tidak asing dengan muka mereka.
“Devv….aaa..”Triakan salah satu orang rombongan itu.Ia melambaikan tangan dan lari mendekatiku.
“Fara,Tisa,Allen,Rema,Vina.. heey kalian apa kabaaar?” Sahutku setelah aku mengenali mereka. Bahwa mereka adalah sahabat-sahabat dekatku saat SMP, suka,duka, nakal bersama sampai akhirnya aku memiliki masalah dengan salah satu sahabatku yang sebenarnya aku tidak ingin bersikap acuh denganya.
“Kok aku gak di sapa?hehee” Ujar Bimo.
“Eh yuk, kita kesana aja, bentar lagi udah mau berangkat tuh.” sahut Allen menggandeng tanganku. 

Karena matahari hampir tepat diatas kepala.Kamipun segera bersiap-siap untuk berangkat.Sebelum berangkat kami berdoa agar kami selamat sampai tujuan dan kembali pula dengan selamat.Saat itu, aku berboncengan bersama Indra dan memimpin perjalanan touring kami. Motor melaju dengan kecepatan sedang melewati rumah-rumah penduduk. Pemandangan indah pegunungan sedikit memanjakan mata kami, suasana pegunungan mewarnai perjalanan kami kali ini.
“Lihat semua ke depan.. 1 2 3  *Jepret* ” Triakan Deni memotret kami yang sedang berkendara.

Tujuan kami adalah ke pantai, tapi bukan pantai Sundak, Baron,Krakal, ataupun Kukup tapi tujuan kami kali ini adalah Pantai Indrayanti. Tidak lama kemudian, sampailah kami di Pantai Indrayanti. Saat tiba disana, aku berdiri diatas batu karang yang besar dan tinggi untuk melihat  pemandangan pantai dan menikmati hembusan angin yang segar. Sedangkan teman-temanku yang lain sibuk bermain air di pantai.  Tiba-tiba aku merasakan bahwa ada seseorang yang mendekatiku dari belakang.
“Indah sekali ya pemandangnya..dev?” Ujar Bimo memutus hirupan nafasku menikmati udara segar laut.
“Iya”. Jawabku singkat lalu mencoba pergi
“Sampai kapan kamu mau kayak gini terus sama aku? Kurang berapa banyak aku minta maaf sama kamu?”Ujar Bimo acuh mengalihkan pandanganya ke laut.
Aku terhenti dalam langkahku.
“Kamu tau hari itu aku menunggumu?” ujarku
“Maaf Dev, waktu itu aku……” Jawabnya menatapku
“Sudahlah, lupakan Bim.” sahutku memutus penjelasanya.
“Deev hari itu memang aku sudah menyiapkan semuanya, pulang sekolah aku langsung membelikanmu sebuah kado.” jelasnya.
“Aku gak butuh sebuah kado, aku butuh kamu datang di acara ulang tahunku Bim. Udah,hanya itu! aku kecewa teman yang tak tunggu-tunggu kedatanganya malah lebih memilih tidur dirumah.” ujarku penuh kekecewaan.
“Hey kalian! Ngapain disitu terus?Turun  sini.. gabung sama kita berenang…” Triakan kawan-kawan memutus pembicaraanku dengan Bimo.
Akhirnya, kami turun dan bergabung bersama kawan-kawan bermain  air. Kami bercanda tawa bersama.Kami juga bermain lulur pasir dengan mengubur Andre di dalam pasir dengan tujuan agar kulitnya yang hitam mengkilap itu bisa menjadi putih bercahaya.Namun, itu semua mustahil.
Matahari sangat menyengat dan kepalaku sangat panas aku sangat lelah, aku pikir aku lebih baik duduk di bawah payung besar yang kami sewa saja.Tiba-tiba aku merasa sangat haus, aku memutuskan untuk pergi bersama Lia untuk membeli es kelapa muda.
 Bu kelapane setunggalpinten?” tanyaLia kepada Ibu penjual.
Sangang ewu mbak, ajeng mendet pinten?Kulo gepukke?” jawab penjual dengan riang
Saget kurang bu?”Lia mencoba menawar.
Kelapa niki pun murah mbak, boten saget di tawar, pun harga pas” lawan si penjual kepada Lia.
Alah bu, harga pelajar mbok dimurahke sitik?”
Monggo mang golek ten liyone, geh hargane sami kemawon mbak ayuu” kesalnya ibu penjual.
Kulo ajeng mendet  5 , 40 ribu angsal ngeh buu? Nek mboten angsal geh sampun”
Yowislah mbak, harga khusus mbake lah..”
Oke buu maturnuwun, kulo tenggo ten pinggir pantai samping wit niku geh buu, mang anterke
Nggeh.. “ jawab ibunya acuh

Akhiranya kami bisa dapatkan harga 40ribu untuk 5 buah kelapa muda.Kelapa muda kami pun beberapa saat kemudian datang, kami bersantai sejenak.Ditengah-tengah aku menikmati kelapa muda, tiba-tiba ada seseorang berpakaian serba pelampung berlari menuju pantai, disusul bersama teman-temanya yang mencoba menarik sebuah jet sky.Tampak dari sisi kanan pantai banyak orang berlarian dan berteriak-teriak.Kagetnya aku melihat teman-temanku ikut berlarani mendekati orang-orang dengan pakaian pelampung tersebut.
“Ada yang tenggelam buuk..” seruan seorang anak kepada Ibunya saat berlari menuju mendekati tepi pantai.
“Deeev….!!!!” terdengar triaakan seorang temanku yang memanggil-manggil namaku.
Dengan rasa penasaran dan panik aku berlari menuju tepi pantai mencari teman-temanku.
“Hey..ini ada apa? Siapa yang tenggelam??” tanyaku, paanik penuh penasaran.
“Bimoo Dev… Bimoo tenggelam, tadi dia berenang terlalu jauh ke tengah.Kita gaktau, tiba-tiba tadi Fara triak minta tolong.” jelas Tisa.
“Ha? Bimo? Astagfirulloh… Bimooooo Ya Allah semoga Bimo selamat..” ujarku penuh dengan rasa khawatir.
“Paaak!!… buruan paak.. bawateman kami ke tepian paak!!..” triak Indra dengan keras kepada tim sar yang mencoba menolong Bimo.

Ketika itu, fikiranku sudah tidak mampu membayangkan bagaimana nasib Bimo, aku sangat khawatir dan sangat takut kehilangan teman sepertinya.Apalagi aku sedang marah padanya tanpa peduli dengan semua penjelasanya.Dia adalah teman yang baik dan setia, suka berbagi, menolong teman jika kesusahan, membagi kebahagianya bersama teman-teman. Aku janji pada diriku sendiri, jika Bimo bisa terselamatkan aku tidak akan marah lagi padanya, aku kan menghargai setiap penjelasanya, aku sayang sahabat-sahabatku. Aku tidak akan rela jika salah satu dari merekaa meninggalkanku, ataupun kesakitan.
“ Ya Allah, Aku memohon kepada-Mu selamatkan dia, bawalah dia ke daratan dengan kondisi baik-baik saja.Aku menyayanginya, aku tidak ingin kehilanganya, dia sahabat terbaiku” doaku merintih penuh kekhawatiran.

Akhirnya, tidak lama kemudian jet sky menepi, seorang tim sar datang dengan membawa Bimo yang sudah terkapar lemah. Orang-orang banyak sekali mengerubungi kami semua. Aku menangis sangat sedih melihat Bimo ketika ia harus di pacu agar semua air yang masuk di dalam dadanya bisa keluar.
“Bim..sadar bim..” Suara-suara teman-temanku yang mencoba menyadarkan Bimo, raut muka mereka sangat panik, dan khawatir.Mereka menangis merasa bersalah tidak memperhatikan Bimo saat berenang di pantai karena mereka sedang sibuk bermain pasir. Aku hanya bisa memegang tanganya yang dingin  itu, dan berdoa kepada Tuhan agar Bimo cepat sadar.
Tuhan mengabulkan doaku dan teman-teman.
“Uhuuk..uhuuk.. uhuk..” Bimo batuk mengeluarkan air dari mulutnya.
Ketika teman-temanku tahu Bimo sadar, mereka langsung memeluknya, aku memegang tanganya yang dingin itu.Air mataku menetesi tanganya, semakin deras.Mulutku tak mampu berkata apappun, aku menyesal aku sangat bersalah.
“Dev.. kamu kenapa?” ujarnya berbaring di atas pasir putih.
Dengan mengehelai nafas, dan mencoba menahan tangisku yang semakin deras aku meminta maaf kepada Bimo.Dalam hatiku, aku memaafkanya. Aku akan mendengarkan penjelasanya kenapa ia saat di pesta ulangtahunku tidak datang.
“Bim, maafin aku..aku tidak ingin kehilanganmu. Maaf aku bukan teman yang baik.Tidak mendengarkan penjelasan temanya.Aku menyesal sudah marah padamu.” ujarku dengan derai air mata yang tak dapat ku tahan lagi.
“Saat itu, setelah aku membeli kado untukmu aku jatuh karena mencoba menghindari kucing yang lewat di depanku, tanganku kesleo dev, makanya aku tidak ke pesta ulangtahunmu. Maaf aku tidak mengabarimu, hpku rusak gara-gara aku jatuh..” penjelasan Bimo membuatku semakin menyesali semua pikiran buruku terhadapnya.

Aku tidak dapat berkata apapun, aku hanya menangis dan menyesali semua perbuatanku. Aku membayangkan bagaimana tadi jika Bimo sahabat terbaiku tidak dapat terselamatkan dari derasnya ombak yang membawanya ke tengah laut, dan aku akan kehilangan dia untuk selama-lamanya.
Ambulan pun datang, Bimo dibawa oleh timsar ke Puskesmas terdekat untuk diperiksa keadaanya.Liburan saat itu, berakhir di puskemas.Kami menunggu Bimo sehat dan membawanya pulang kembali kerumah.