Hay.. ane cm mau ngepost cerpen ane yang kena revisi 3 bulan gak kelar kelar nih, jujur aja ane gakpernah bisa bikin cerita tentang pengalaman ane sendiri, males, ribet. Yah tapi syukurlah dengan usaha keras ane, ane bisa nyelesaiin tugas cerpen dari guru bahasa indonesia ane inih, mungkin guru ane uda bosen liat cerpen jelek beginih jadi ya langsung deh di kasi tulisan TUNTAS haha mm tapi ceritanya emang banyak yang ane rubah yang ane rada lebe lebein gitu.. biar ada cetarnya dikit kayak sinetron haha nih.. baca ye hayati yee
Sudah sejak lama aku dan temanku merencanakan
touring bersama. Hal yang muncul di benakku adalah aku akan bertemu
sahabat-sahabatku tercinta terutama Bimo. Bimo, didalam otakku adalah sesosok
manusia ciptaan tuhan yang paling bisa mengerti aku, yang mampu meluangkan
semua waktunya hanya bersamaku saat aku kesusahan,senang ataupun kebingungan.
Saat aku menangis dia selalu ada untukku.Dia tetap sabar dengan tingkahku yang
masih keanak-anakan, bawel dan selalu membrontak apapun yang tidak aku
sukai.Lelaki yang hobi basket yang tinggi dan suka memanggilku si pesek itulah best
friendku.Namun, hari itu.Hari dimana itu adalah hari ulangtahunku dan
harapan besarpun aku menunggu kedatangan Bimo di pesta ulangtahunku.Aku selalu
berfikir positif. Ah mungkin dia kena macet, dalam batinku. Waktu semakin
berjalan, lilin kue ulangtahunpun semakin meleleh hingga memendek.Malam itu
benar-benar aku merasa kecewa dan sedih mengapa sahabatku sendiri tidak datang
dihari ulangtahunku.Egoku pun berbisik.Bimo bukan sahabatku aku benci dia.
“Libur telah tiba..libur telah tiba.. hatiku
gembira hore..horee..!!!” Seruanku dan teman-teman saat pulang bersama.
Liburan
kali ini aku dan teman-teman akan Touring
ke Gunung Kidul
sejak. Hari itupun tiba.
Peep..peep.peep..
Seseorang
dengan rambut cepak, kulit hitam berparas lembut dan berbadan tegap menggunakan
motor bebek kesayanganya telah tiba di depan rumahku.
“Deviiiiiii…. ayo cepat nanti kesiangan” Ajak
Andre dengan suara seraknya saat ia
telah tiba dirumahku yang kebetulan jarak rumahnya dengan rumahku tidak terlalu
jauh.
“ Iya ndree sebentar lagi “.Jawabku lari dalam
kamar.
Andre, dia sosok teman yang baik
dan pengertian tidak pandang bulu siapapun orang yang mau berteman denganya.kalau
ditanya hobi, Andre paling suka touring dan berpetualangan ke
tempat-tempat yang dia belum pernah mendatanginya. Saat liburan seperti ini,
memang serunya mengajak Andre yang sudah banyak tau tempat-tempat yang indah
untuk touringku hari ini
Aku dan
Andre adalah kawan satu sekolah saat di SMP.Meski saat ini kami tidak satu
sekolah di SMA, namun kami tetap bertemu di saat-saat kita saling merindukan.Saat
itu kami akan berkumpul di sekolah lama kami. Kurang lebih 30menit kami sampai
di SMPN 10 Yogyakarta dan bertemu dengan teman teman lama kami.
“Hay
Devi..hay Andre.. yaampun kangen sekali rasanya berlibur bersama kalian” Ujar
Wati saat kami turun dari motor.
Dari
kejauhan aku melihat 6 orang berjalan bersama bagaikan gangster besar penguasa sekolah ini membawa beberapa kantong
plastik dan botol air mineral.Sepertinya aku tidak asing dengan muka mereka.
“Devv….aaa..”Triakan salah satu orang rombongan itu.Ia
melambaikan tangan dan lari mendekatiku.
“Fara,Tisa,Allen,Rema,Vina.. heey kalian apa
kabaaar?” Sahutku setelah aku mengenali mereka. Bahwa mereka adalah
sahabat-sahabat dekatku saat SMP, suka,duka, nakal bersama sampai akhirnya aku
memiliki masalah dengan salah satu sahabatku yang sebenarnya aku tidak ingin
bersikap acuh denganya.
“Kok aku gak di sapa?hehee” Ujar Bimo.
“Eh yuk, kita kesana aja, bentar lagi udah mau
berangkat tuh.” sahut Allen menggandeng tanganku.
Karena
matahari hampir tepat diatas kepala.Kamipun segera bersiap-siap untuk
berangkat.Sebelum berangkat kami berdoa agar kami selamat sampai tujuan dan
kembali pula dengan selamat.Saat itu, aku berboncengan bersama Indra dan
memimpin perjalanan touring kami.
Motor melaju dengan kecepatan sedang melewati rumah-rumah penduduk. Pemandangan
indah pegunungan sedikit memanjakan mata kami, suasana pegunungan mewarnai
perjalanan kami kali ini.
“Lihat semua ke depan.. 1 2 3 *Jepret* ” Triakan Deni memotret kami yang
sedang berkendara.
Tujuan
kami adalah ke pantai, tapi bukan pantai Sundak, Baron,Krakal, ataupun Kukup
tapi tujuan kami kali ini adalah Pantai Indrayanti. Tidak lama
kemudian, sampailah kami di Pantai Indrayanti. Saat tiba disana, aku berdiri
diatas batu karang yang besar dan tinggi untuk melihat pemandangan pantai dan menikmati hembusan
angin yang segar. Sedangkan teman-temanku yang lain sibuk bermain air di
pantai. Tiba-tiba aku merasakan bahwa
ada seseorang yang mendekatiku dari belakang.
“Indah sekali ya
pemandangnya..dev?” Ujar Bimo memutus hirupan nafasku menikmati udara segar
laut.
“Iya”. Jawabku singkat lalu mencoba pergi
“Sampai kapan kamu mau
kayak gini terus sama aku? Kurang berapa banyak aku minta maaf sama kamu?”Ujar
Bimo acuh mengalihkan pandanganya ke laut.
Aku terhenti dalam langkahku.
“Kamu tau hari itu aku menunggumu?” ujarku
“Maaf Dev, waktu itu aku……” Jawabnya menatapku
“Sudahlah, lupakan Bim.” sahutku memutus
penjelasanya.
“Deev hari itu memang aku
sudah menyiapkan semuanya, pulang sekolah aku langsung membelikanmu sebuah
kado.” jelasnya.
“Aku gak butuh sebuah
kado, aku butuh kamu datang di acara ulang tahunku Bim. Udah,hanya itu! aku
kecewa teman yang tak tunggu-tunggu kedatanganya malah lebih memilih tidur
dirumah.” ujarku penuh kekecewaan.
“Hey kalian! Ngapain
disitu terus?Turun sini.. gabung sama
kita berenang…” Triakan kawan-kawan memutus pembicaraanku dengan Bimo.
Akhirnya,
kami turun dan bergabung bersama kawan-kawan bermain air. Kami bercanda tawa bersama.Kami juga bermain
lulur pasir dengan mengubur Andre di dalam pasir dengan tujuan agar kulitnya
yang hitam mengkilap itu bisa menjadi putih bercahaya.Namun, itu semua
mustahil.
Matahari
sangat menyengat dan kepalaku sangat panas aku sangat lelah, aku pikir aku
lebih baik duduk di bawah payung besar yang kami sewa saja.Tiba-tiba aku merasa
sangat haus, aku memutuskan untuk pergi bersama Lia untuk membeli es kelapa
muda.
“Bu
kelapane setunggalpinten?” tanyaLia kepada Ibu penjual.
“Sangang
ewu mbak, ajeng mendet pinten?Kulo gepukke?” jawab penjual dengan riang
“Saget kurang bu?”Lia mencoba menawar.
“Kelapa
niki pun murah mbak, boten saget di tawar, pun harga pas” lawan si penjual
kepada Lia.
“Alah bu, harga pelajar mbok dimurahke sitik?”
“Monggo
mang golek ten liyone, geh hargane sami kemawon mbak ayuu” kesalnya ibu
penjual.
“Kulo
ajeng mendet 5 , 40 ribu angsal ngeh buu?
Nek mboten angsal geh sampun”
“Yowislah mbak, harga khusus mbake lah..”
“Oke
buu maturnuwun, kulo tenggo ten pinggir pantai samping wit niku geh buu, mang
anterke”
“Nggeh.. “ jawab ibunya acuh
Akhiranya
kami bisa dapatkan harga 40ribu untuk 5 buah kelapa muda.Kelapa muda kami pun
beberapa saat kemudian datang, kami bersantai sejenak.Ditengah-tengah aku
menikmati kelapa muda, tiba-tiba ada seseorang berpakaian serba pelampung
berlari menuju pantai, disusul bersama teman-temanya yang mencoba menarik
sebuah jet sky.Tampak dari sisi kanan
pantai banyak orang berlarian dan berteriak-teriak.Kagetnya aku melihat
teman-temanku ikut berlarani mendekati orang-orang dengan pakaian pelampung
tersebut.
“Ada yang tenggelam
buuk..” seruan seorang anak kepada Ibunya saat berlari menuju mendekati tepi
pantai.
“Deeev….!!!!” terdengar
triaakan seorang temanku yang memanggil-manggil namaku.
Dengan rasa penasaran dan panik
aku berlari menuju tepi pantai mencari teman-temanku.
“Hey..ini ada apa? Siapa
yang tenggelam??” tanyaku, paanik penuh penasaran.
“Bimoo Dev… Bimoo
tenggelam, tadi dia berenang terlalu jauh ke tengah.Kita gaktau, tiba-tiba tadi
Fara triak minta tolong.” jelas Tisa.
“Ha? Bimo? Astagfirulloh…
Bimooooo Ya Allah semoga Bimo selamat..” ujarku penuh dengan rasa khawatir.
“Paaak!!… buruan paak..
bawateman kami ke tepian paak!!..” triak Indra dengan keras kepada tim sar yang mencoba menolong Bimo.
Ketika
itu, fikiranku sudah tidak mampu membayangkan bagaimana nasib Bimo, aku sangat
khawatir dan sangat takut kehilangan teman sepertinya.Apalagi aku sedang marah
padanya tanpa peduli dengan semua penjelasanya.Dia adalah teman yang baik dan
setia, suka berbagi, menolong teman jika kesusahan, membagi kebahagianya
bersama teman-teman. Aku janji pada diriku sendiri, jika Bimo bisa
terselamatkan aku tidak akan marah lagi padanya, aku kan menghargai setiap
penjelasanya, aku sayang sahabat-sahabatku. Aku tidak akan rela jika salah satu
dari merekaa meninggalkanku, ataupun kesakitan.
“ Ya Allah, Aku memohon
kepada-Mu selamatkan dia, bawalah dia ke daratan dengan kondisi baik-baik
saja.Aku menyayanginya, aku tidak ingin kehilanganya, dia sahabat terbaiku” doaku
merintih penuh kekhawatiran.
Akhirnya,
tidak lama kemudian jet sky menepi,
seorang tim sar datang dengan membawa
Bimo yang sudah terkapar lemah. Orang-orang banyak sekali mengerubungi kami
semua. Aku menangis sangat sedih melihat Bimo ketika ia harus di pacu agar
semua air yang masuk di dalam dadanya bisa keluar.
“Bim..sadar bim..”
Suara-suara teman-temanku yang mencoba menyadarkan Bimo, raut muka mereka
sangat panik, dan khawatir.Mereka menangis merasa bersalah tidak memperhatikan
Bimo saat berenang di pantai karena mereka sedang sibuk bermain pasir. Aku
hanya bisa memegang tanganya yang dingin
itu, dan berdoa kepada Tuhan agar Bimo cepat sadar.
Tuhan
mengabulkan doaku dan teman-teman.
“Uhuuk..uhuuk.. uhuk..”
Bimo batuk mengeluarkan air dari mulutnya.
Ketika
teman-temanku tahu Bimo sadar, mereka langsung memeluknya, aku memegang
tanganya yang dingin itu.Air mataku menetesi tanganya, semakin deras.Mulutku
tak mampu berkata apappun, aku menyesal aku sangat bersalah.
“Dev.. kamu kenapa?” ujarnya
berbaring di atas pasir putih.
Dengan
mengehelai nafas, dan mencoba menahan tangisku yang semakin deras aku meminta
maaf kepada Bimo.Dalam hatiku, aku memaafkanya. Aku akan mendengarkan
penjelasanya kenapa ia saat di pesta ulangtahunku tidak datang.
“Bim, maafin aku..aku
tidak ingin kehilanganmu. Maaf aku bukan teman yang baik.Tidak mendengarkan
penjelasan temanya.Aku menyesal sudah marah padamu.” ujarku dengan derai air
mata yang tak dapat ku tahan lagi.
“Saat itu, setelah aku
membeli kado untukmu aku jatuh karena mencoba menghindari kucing yang lewat di
depanku, tanganku kesleo dev, makanya aku tidak ke pesta ulangtahunmu. Maaf aku
tidak mengabarimu, hpku rusak gara-gara aku jatuh..” penjelasan Bimo membuatku
semakin menyesali semua pikiran buruku terhadapnya.
Aku tidak
dapat berkata apapun, aku hanya menangis dan menyesali semua perbuatanku. Aku
membayangkan bagaimana tadi jika Bimo sahabat terbaiku tidak dapat
terselamatkan dari derasnya ombak yang membawanya ke tengah laut, dan aku akan
kehilangan dia untuk selama-lamanya.
Ambulan
pun datang, Bimo dibawa oleh timsar ke
Puskesmas terdekat untuk diperiksa keadaanya.Liburan saat itu, berakhir di
puskemas.Kami menunggu Bimo sehat dan membawanya pulang kembali kerumah.