Halaman

Jumat, 23 Agustus 2013

Cerita pendek

Hay.. ane cm mau ngepost cerpen ane yang kena revisi 3 bulan gak kelar kelar nih, jujur aja ane gakpernah bisa bikin cerita tentang pengalaman ane sendiri, males, ribet. Yah tapi syukurlah dengan usaha keras ane, ane bisa nyelesaiin tugas cerpen dari guru bahasa indonesia ane inih, mungkin guru  ane uda bosen liat cerpen jelek beginih jadi ya langsung deh di kasi tulisan TUNTAS  haha mm tapi ceritanya emang banyak yang ane rubah yang ane rada lebe lebein gitu.. biar ada cetarnya dikit kayak sinetron haha nih.. baca ye hayati yee



Sudah sejak lama aku dan temanku merencanakan touring bersama. Hal yang muncul di benakku adalah aku akan bertemu sahabat-sahabatku tercinta terutama Bimo. Bimo, didalam otakku adalah sesosok manusia ciptaan tuhan yang paling bisa mengerti aku, yang mampu meluangkan semua waktunya hanya bersamaku saat aku kesusahan,senang ataupun kebingungan. Saat aku menangis dia selalu ada untukku.Dia tetap sabar dengan tingkahku yang masih keanak-anakan, bawel dan selalu membrontak apapun yang tidak aku sukai.Lelaki yang hobi basket yang tinggi dan suka memanggilku si pesek itulah best friendku.Namun, hari itu.Hari dimana itu adalah hari ulangtahunku dan harapan besarpun aku menunggu kedatangan Bimo di pesta ulangtahunku.Aku selalu berfikir positif. Ah mungkin dia kena macet, dalam batinku. Waktu semakin berjalan, lilin kue ulangtahunpun semakin meleleh hingga memendek.Malam itu benar-benar aku merasa kecewa dan sedih mengapa sahabatku sendiri tidak datang dihari ulangtahunku.Egoku pun berbisik.Bimo bukan sahabatku aku benci dia.
“Libur telah tiba..libur telah tiba.. hatiku gembira hore..horee..!!!” Seruanku dan teman-teman saat pulang bersama.
Liburan kali ini aku dan teman-teman akan Touring  ke Gunung Kidul sejak. Hari itupun tiba.
Peep..peep.peep..
Seseorang dengan rambut cepak, kulit hitam berparas lembut dan berbadan tegap menggunakan motor bebek kesayanganya telah tiba di depan rumahku.
“Deviiiiiii…. ayo cepat nanti kesiangan” Ajak Andre  dengan suara seraknya saat ia telah tiba dirumahku yang kebetulan jarak rumahnya dengan rumahku tidak terlalu jauh.
“ Iya ndree sebentar lagi “.Jawabku lari dalam kamar.

Andre, dia sosok teman yang baik dan pengertian tidak pandang bulu siapapun orang yang mau berteman denganya.kalau ditanya hobi, Andre paling suka touring dan berpetualangan ke tempat-tempat yang dia belum pernah mendatanginya. Saat liburan seperti ini, memang serunya mengajak Andre yang sudah banyak tau tempat-tempat yang indah untuk touringku hari ini
Aku dan Andre adalah kawan satu sekolah saat di SMP.Meski saat ini kami tidak satu sekolah di SMA, namun kami tetap bertemu di saat-saat kita saling merindukan.Saat itu kami akan berkumpul di sekolah lama kami. Kurang lebih 30menit kami sampai di SMPN 10 Yogyakarta dan bertemu dengan teman teman lama kami.
“Hay Devi..hay Andre.. yaampun kangen sekali rasanya berlibur bersama kalian” Ujar Wati saat kami turun dari motor.
Dari kejauhan aku melihat 6 orang berjalan bersama bagaikan gangster besar penguasa sekolah ini membawa beberapa kantong plastik dan botol air mineral.Sepertinya aku tidak asing dengan muka mereka.
“Devv….aaa..”Triakan salah satu orang rombongan itu.Ia melambaikan tangan dan lari mendekatiku.
“Fara,Tisa,Allen,Rema,Vina.. heey kalian apa kabaaar?” Sahutku setelah aku mengenali mereka. Bahwa mereka adalah sahabat-sahabat dekatku saat SMP, suka,duka, nakal bersama sampai akhirnya aku memiliki masalah dengan salah satu sahabatku yang sebenarnya aku tidak ingin bersikap acuh denganya.
“Kok aku gak di sapa?hehee” Ujar Bimo.
“Eh yuk, kita kesana aja, bentar lagi udah mau berangkat tuh.” sahut Allen menggandeng tanganku. 

Karena matahari hampir tepat diatas kepala.Kamipun segera bersiap-siap untuk berangkat.Sebelum berangkat kami berdoa agar kami selamat sampai tujuan dan kembali pula dengan selamat.Saat itu, aku berboncengan bersama Indra dan memimpin perjalanan touring kami. Motor melaju dengan kecepatan sedang melewati rumah-rumah penduduk. Pemandangan indah pegunungan sedikit memanjakan mata kami, suasana pegunungan mewarnai perjalanan kami kali ini.
“Lihat semua ke depan.. 1 2 3  *Jepret* ” Triakan Deni memotret kami yang sedang berkendara.

Tujuan kami adalah ke pantai, tapi bukan pantai Sundak, Baron,Krakal, ataupun Kukup tapi tujuan kami kali ini adalah Pantai Indrayanti. Tidak lama kemudian, sampailah kami di Pantai Indrayanti. Saat tiba disana, aku berdiri diatas batu karang yang besar dan tinggi untuk melihat  pemandangan pantai dan menikmati hembusan angin yang segar. Sedangkan teman-temanku yang lain sibuk bermain air di pantai.  Tiba-tiba aku merasakan bahwa ada seseorang yang mendekatiku dari belakang.
“Indah sekali ya pemandangnya..dev?” Ujar Bimo memutus hirupan nafasku menikmati udara segar laut.
“Iya”. Jawabku singkat lalu mencoba pergi
“Sampai kapan kamu mau kayak gini terus sama aku? Kurang berapa banyak aku minta maaf sama kamu?”Ujar Bimo acuh mengalihkan pandanganya ke laut.
Aku terhenti dalam langkahku.
“Kamu tau hari itu aku menunggumu?” ujarku
“Maaf Dev, waktu itu aku……” Jawabnya menatapku
“Sudahlah, lupakan Bim.” sahutku memutus penjelasanya.
“Deev hari itu memang aku sudah menyiapkan semuanya, pulang sekolah aku langsung membelikanmu sebuah kado.” jelasnya.
“Aku gak butuh sebuah kado, aku butuh kamu datang di acara ulang tahunku Bim. Udah,hanya itu! aku kecewa teman yang tak tunggu-tunggu kedatanganya malah lebih memilih tidur dirumah.” ujarku penuh kekecewaan.
“Hey kalian! Ngapain disitu terus?Turun  sini.. gabung sama kita berenang…” Triakan kawan-kawan memutus pembicaraanku dengan Bimo.
Akhirnya, kami turun dan bergabung bersama kawan-kawan bermain  air. Kami bercanda tawa bersama.Kami juga bermain lulur pasir dengan mengubur Andre di dalam pasir dengan tujuan agar kulitnya yang hitam mengkilap itu bisa menjadi putih bercahaya.Namun, itu semua mustahil.
Matahari sangat menyengat dan kepalaku sangat panas aku sangat lelah, aku pikir aku lebih baik duduk di bawah payung besar yang kami sewa saja.Tiba-tiba aku merasa sangat haus, aku memutuskan untuk pergi bersama Lia untuk membeli es kelapa muda.
 Bu kelapane setunggalpinten?” tanyaLia kepada Ibu penjual.
Sangang ewu mbak, ajeng mendet pinten?Kulo gepukke?” jawab penjual dengan riang
Saget kurang bu?”Lia mencoba menawar.
Kelapa niki pun murah mbak, boten saget di tawar, pun harga pas” lawan si penjual kepada Lia.
Alah bu, harga pelajar mbok dimurahke sitik?”
Monggo mang golek ten liyone, geh hargane sami kemawon mbak ayuu” kesalnya ibu penjual.
Kulo ajeng mendet  5 , 40 ribu angsal ngeh buu? Nek mboten angsal geh sampun”
Yowislah mbak, harga khusus mbake lah..”
Oke buu maturnuwun, kulo tenggo ten pinggir pantai samping wit niku geh buu, mang anterke
Nggeh.. “ jawab ibunya acuh

Akhiranya kami bisa dapatkan harga 40ribu untuk 5 buah kelapa muda.Kelapa muda kami pun beberapa saat kemudian datang, kami bersantai sejenak.Ditengah-tengah aku menikmati kelapa muda, tiba-tiba ada seseorang berpakaian serba pelampung berlari menuju pantai, disusul bersama teman-temanya yang mencoba menarik sebuah jet sky.Tampak dari sisi kanan pantai banyak orang berlarian dan berteriak-teriak.Kagetnya aku melihat teman-temanku ikut berlarani mendekati orang-orang dengan pakaian pelampung tersebut.
“Ada yang tenggelam buuk..” seruan seorang anak kepada Ibunya saat berlari menuju mendekati tepi pantai.
“Deeev….!!!!” terdengar triaakan seorang temanku yang memanggil-manggil namaku.
Dengan rasa penasaran dan panik aku berlari menuju tepi pantai mencari teman-temanku.
“Hey..ini ada apa? Siapa yang tenggelam??” tanyaku, paanik penuh penasaran.
“Bimoo Dev… Bimoo tenggelam, tadi dia berenang terlalu jauh ke tengah.Kita gaktau, tiba-tiba tadi Fara triak minta tolong.” jelas Tisa.
“Ha? Bimo? Astagfirulloh… Bimooooo Ya Allah semoga Bimo selamat..” ujarku penuh dengan rasa khawatir.
“Paaak!!… buruan paak.. bawateman kami ke tepian paak!!..” triak Indra dengan keras kepada tim sar yang mencoba menolong Bimo.

Ketika itu, fikiranku sudah tidak mampu membayangkan bagaimana nasib Bimo, aku sangat khawatir dan sangat takut kehilangan teman sepertinya.Apalagi aku sedang marah padanya tanpa peduli dengan semua penjelasanya.Dia adalah teman yang baik dan setia, suka berbagi, menolong teman jika kesusahan, membagi kebahagianya bersama teman-teman. Aku janji pada diriku sendiri, jika Bimo bisa terselamatkan aku tidak akan marah lagi padanya, aku kan menghargai setiap penjelasanya, aku sayang sahabat-sahabatku. Aku tidak akan rela jika salah satu dari merekaa meninggalkanku, ataupun kesakitan.
“ Ya Allah, Aku memohon kepada-Mu selamatkan dia, bawalah dia ke daratan dengan kondisi baik-baik saja.Aku menyayanginya, aku tidak ingin kehilanganya, dia sahabat terbaiku” doaku merintih penuh kekhawatiran.

Akhirnya, tidak lama kemudian jet sky menepi, seorang tim sar datang dengan membawa Bimo yang sudah terkapar lemah. Orang-orang banyak sekali mengerubungi kami semua. Aku menangis sangat sedih melihat Bimo ketika ia harus di pacu agar semua air yang masuk di dalam dadanya bisa keluar.
“Bim..sadar bim..” Suara-suara teman-temanku yang mencoba menyadarkan Bimo, raut muka mereka sangat panik, dan khawatir.Mereka menangis merasa bersalah tidak memperhatikan Bimo saat berenang di pantai karena mereka sedang sibuk bermain pasir. Aku hanya bisa memegang tanganya yang dingin  itu, dan berdoa kepada Tuhan agar Bimo cepat sadar.
Tuhan mengabulkan doaku dan teman-teman.
“Uhuuk..uhuuk.. uhuk..” Bimo batuk mengeluarkan air dari mulutnya.
Ketika teman-temanku tahu Bimo sadar, mereka langsung memeluknya, aku memegang tanganya yang dingin itu.Air mataku menetesi tanganya, semakin deras.Mulutku tak mampu berkata apappun, aku menyesal aku sangat bersalah.
“Dev.. kamu kenapa?” ujarnya berbaring di atas pasir putih.
Dengan mengehelai nafas, dan mencoba menahan tangisku yang semakin deras aku meminta maaf kepada Bimo.Dalam hatiku, aku memaafkanya. Aku akan mendengarkan penjelasanya kenapa ia saat di pesta ulangtahunku tidak datang.
“Bim, maafin aku..aku tidak ingin kehilanganmu. Maaf aku bukan teman yang baik.Tidak mendengarkan penjelasan temanya.Aku menyesal sudah marah padamu.” ujarku dengan derai air mata yang tak dapat ku tahan lagi.
“Saat itu, setelah aku membeli kado untukmu aku jatuh karena mencoba menghindari kucing yang lewat di depanku, tanganku kesleo dev, makanya aku tidak ke pesta ulangtahunmu. Maaf aku tidak mengabarimu, hpku rusak gara-gara aku jatuh..” penjelasan Bimo membuatku semakin menyesali semua pikiran buruku terhadapnya.

Aku tidak dapat berkata apapun, aku hanya menangis dan menyesali semua perbuatanku. Aku membayangkan bagaimana tadi jika Bimo sahabat terbaiku tidak dapat terselamatkan dari derasnya ombak yang membawanya ke tengah laut, dan aku akan kehilangan dia untuk selama-lamanya.
Ambulan pun datang, Bimo dibawa oleh timsar ke Puskesmas terdekat untuk diperiksa keadaanya.Liburan saat itu, berakhir di puskemas.Kami menunggu Bimo sehat dan membawanya pulang kembali kerumah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar